Fenomena rukyat atau melihat Bulan baru dengan mata langsung di Indonesia selalu mengalami kontroversi. Melihat Hilal untuk menentukan Awal 1 Ramadhan ataupun melihat Hilal untuk menentukan 1 Syawal. Pada hari Kamis petang (19/7/2012) Tim rukyatul-hilal di Cakung dan di Cilincing yang biasa dari tahun ke tahun memantau hilal dikabarkan sudah melihat hilal. Di Cakung hilal terlihat sekitar 3,5 derajat dan di Cilincing dengan posisi 4 derajat.
Jika kita kembalikan ke zaman Rasulullah tentakng melihat Hilal, banyak keanehan & keganjilan yang terjadi di Indonesia. Sesungguhnya di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jika sudah ada seseorang yang berhasil melihat hilal. Maka "Nabi tak bertanya berapa derajatnya". Sementara pemerintah RI melalui Kementerian Agama menentukan "harus di atas 2 derajat".
Keadaannya, alhamdulillah, di Cakung Jakarta Timur, dan Cilincing Jakarta Utara, tim rukyat di sana sudah berhasil melihat hilal masing-masing dengan posisi 3,5 dan 4 derajat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tatkala sudah ada yang menyatakan melihat hilal, langsung memerintahkan besoknya untuk melaksanakan shaum Ramadhan (1 Ramadhan) atau mengakhiri Ramadhan atau besoknya ber-idul fitri (1 Syawal). Jika diyakini hilal dalam posisi di bawah 2 derajat yang berarti itu tak diakui pemerintah (karena kurang dari 2 derajat tak terlihat), kenapa harus repot-repot melihat hilal dan bersidang itsbat?
Di Cakung dan Cilincing, mereka yang melihat hilal sudah disumpah oleh Kementerian Agama setempat, dan hasilnya dikirim ke Kementerian Agama yang sedang melakukan sidang itsbat. Jika pemerintah (Kementerian Agama) melalui sidang itsbat ini tak mengakui kesaksian Tim Cakung dan Cilincing, maka itu berarti kembali mengulangi kefatalan yang sama saat penentuan 1 Syawal (idul fitri) tahun lalu, dimana pemerintah (Kementerian Agama dan MUI) dalam sidang itsbat menolak kesaksian Tim Cakung yang sudah melihat hilal.
Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat seseorang datang kepada beliau, melapor sudah melihat hilal, tak pernah beliau menolak. Bahkan Rasulullah, setelah mengambil sumpah atas dasar kesaksian orang yang bersangkutan, langsung memerintahkan kaum Muslimin kala itu untuk melaksanakan shaum esoknya atau berbuka dan menetapkan 1 Syawal (idul fitri) keesokan harinya.
Seharusnya, jika sudah ada pihak yang melihat hilal, maka esok, Jumat (20 Juli 2012) adalah awal Ramadhan, ibadah shaum dimulai. Padahal di sidang itsbat yang digelar Kemenag Pusat, wakil dari Front Pembela Islam (FPI) dan Wakil Ormas Islam An-Najah melaporkan Tim Cakung Jakarta Timur yang telah berhasil melihat hilal dengan posisi 3,5 – 4 derajat dan terlihat selama 4 menit.
Dalam Contoh yang di ajarkan Rasulullah, siapapun yang melihat hilal, maka setelah disumpah kesaksiannya, yang lain tinggal mengikuti. Jadi, bukan banyak mana yang melihat dan yang tidak, misalnya, lalu diputuskan mengukuti yang banyak yang tak melihat, bukan begitu caranya, bukan seperti sistem demokrasi yang memilih pemimpin berdasarkan suara terbanyak. Bukan.
Jangan pula lantaran demi persatuan, demi persatuan, kemudian mereka yang berbeda dengan keputusan Menag di sidang itsbat, seakan tidak menjunjung persatuan. Jangan sampai, karena demi persatuan, lantas mengenyampingkan tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Seorang tokoh MUI daerah prihatin dengan pola sidang itsbat yang digelar Kemenag Kamis malam (19/7/2012). Menurutnya, tak sama awal Ramadhan atau 1 Syawal bukan berarti simbol perbedaan. Dalam kasus ini penduduk Madinah pernah tak sama dengan Mu'awiyah di Syam saat menjadi khalifah. Para sahabat yang ada di Madinah ditanya, "Alam taktafii biru'yati Mu'awiyah? (Apakah rukyah Mu'awiyah tak cukup?" Mereka bilang, "Tidak." (Jadi, itu artinya, tak ada kewajiban ikut pemerintah dalam hal ini).
"Bayangkan, itu seorang khalifah, dan Mu'awiyah sangat faqih, bukannya pemerintah yang tak jelas, penuh korup," ujarnya. "Apalagi, ini (hilal) sudah ada yang lihat. Berdosa saja pemerintah mengabaikan hal itu," imbuhnya.
Dalam sidang itsbat ini, jelas, memang tampak janggal. Janggalnya, 2 ormas Islam yang melaporkan Tim Cakung dan Cilincing telah melihat hilal, dengan posisi 3,5 dan 4 derajat selama kurang lebih 4 menit, sama sekali tak disinggung atau direspon oleh Menteri Agama.
Menteri Agama menutup sidang dan menetapkan awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012. Sama sekali mengabaikan Tim yang sudah melihat hilal. Malah wakil dari NU menyepelekan mereka yang sudah melihat hilal dan mempertanyakan kenapa ada dari hakim pengadilan agama setempat yang berani mengambil sumpah.
Bagaimana ini bisa terjadi di dalam sidang itsbat yang terhormat itu? Rasulullah saja, meskipun yang mengaku melihat hilal adalah "seorang badui", tapi dengan bijak dan seksama mendengar dan merespon, lalu menerima dan memutuskan untuk shaum atau beridul fitri esoknya.
Karenanya, jika pemerintah (Kementerian Agama) menolak kesaksian Tim yang sudah jelas-jelas melihat hilal–dan disumpah pula oleh Hakim Pengadilan Agama Kementerian Agama setempat–apakah artinya Kementerian Agama dan sidang itsbat yang dipimpin oleh Menteri Agama itu lebih hebat dari Nabi?
sumber: salam-online.com/arrahmah.com.
Menata hati perbaiki diri, media dakwah Islam, mengenal lebih dekat tentang Islam
Tampilkan postingan dengan label Nabi Muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabi Muhammad. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Juli 2012
Sabtu, 07 Januari 2012
Pengertian Tawakal bagi seorang muslim ditinjau dari Syariat Islam
Tawakal ialah menyerahkan nasib diri dan nasib usaha kita kepada Allah.
Sedangkan kita sendiri tidak mengurangi usaha dan tenaga dalam hal itu. Jika
tercapai maksud kita, Hanya Allah yang
punya kuasa. Sedangkan jika gagal, hanya Allah yang punya kuasa.
Tawakal harus diusahakan dengan kesiapan mental dalam menghadapi kemungkinan yang akan terjadi baik hal baik terutama hal buruk yang akan terjadi. Kita harus tetap optimis akan keberhasilan usaha secara maksimal dari kita & berikir positis terhadap kehendak Allah. Jika usaha berhasil, bersyukurlah kepada Allah atas karunia dan pertolongannya. Apaabila gagal, bersabarlah dan tidak berputus asa serta masih kuat kemampuannya untuk terus berusaha lagi.
Didalam Al-quran dan Hadist terdapat banyak ayat dan hadist yang
menerangkan kepada kita, bahwa mansia harus tawakal dan tawakal kita harus
didahului atau sekurang -kurangnya didahului dengan beberapa hal berikut ini:
Tawakal harus didahului dengan kebulatan tekad atau kemauan sebagaimana
firman Allah di dalam Al-qur'an surat Al-Imran 159 yang artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan ituKemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Tawakal harus didahului dengan Usaha
yang maksimal dengan sekuat tenaga. Usaha yang
dapat membawa sesorang untuk mencapai cita-cita yang dimaksud, seperti firman
Allah dalam surat Al-Anfal ayat 60: "Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya."
Tawakal harus diusahakan dengan kesiapan mental dalam menghadapi kemungkinan yang akan terjadi baik hal baik terutama hal buruk yang akan terjadi. Kita harus tetap optimis akan keberhasilan usaha secara maksimal dari kita & berikir positis terhadap kehendak Allah. Jika usaha berhasil, bersyukurlah kepada Allah atas karunia dan pertolongannya. Apaabila gagal, bersabarlah dan tidak berputus asa serta masih kuat kemampuannya untuk terus berusaha lagi.
Perhatikan ayat Allah di dalam surat Al-Nahl ayat 41-42. Yang artinya: ayat 41 " Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui", ayat 42: "(yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal."
Selain ayat-ayat Al-qur'an seperti yang tersebut diatas, ada sebuah hadist
Rasullulllah yang diberikan ilustrasi Al-Turmudzi dari Anas. Bahwa ada seorang
laki-laki mengahdap Rasulullah dan membawa unta lalu ia bertanya kepada
Rasulullah: Apakah saya ikat dulu unta itu dan baru tawakal ataukah saya lepas
dulu dan baru saya tawakal? Jawa Rasulullah, Ikatlah dulu untamu dan baru
tawakal.
Jumat, 04 November 2011
Puasa sunah Arofah, 9 Dzulhijah
Hari arofah merupakan salah satu rukun wajibnya bagi mereka yang melakukan rangkaian ibadah haji. Hari arofah banyak memiliki keutamaan. Itulah keutamaan orang yang berhaji. Saudara & keluarga kita yang sedang wukuf di Arofah saat ini telah rela meninggalkan sanak keluarga, negeri, telah pula menghabiskan hartanya, dan badan-badan mereka pun dalam keadaan letih. Yang mereka inginkan hanyalah ampunan, ridho, kedekatan dan perjumpaan dengan Rabbnya. Cita-cita mereka yang berada di Arofah inilah yang akan mereka peroleh. Derajat mereka pun akan tergantung dari niat mereka masing-masing. Semoga kita semua yang membaca tulisan ini dapat diberi kesempatan Allah untuk dapat melaksanakan ibadah haji ditahun-tahun mendatang. Amin ya Allah, ya Rabulalamin.
Sedangkan bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk menunaikan puasa Arofah. Sedangkan yang berhaji tdak di sunahkan menjalankan puasa Arofah. Puasa arofah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijah bukan tanggal 8 Dzulhijah. Hal ini berdasarkan hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” [ HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah].
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Arofah lebih utama daripada puasa ‘Asyuro. Di antara alasannya, Puasa Asyuro berasal dari Nabi Musa, sedangkan puasa Arofah berasal dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.[ Lihat Fathul Bari, 6/286]. Keutamaan puasa Arofah adalah akan menghapuskan dosa selama dua tahun dan dosa yang dimaksudkan di sini adalah dosa-dosa kecil. Atau bisa pula yang dimaksudkan di sini adalah diringankannya dosa besar atau ditinggikannya derajat.[Lihat Syarh Muslim, An Nawawi, 4/179, Mawqi’ Al Islam].
Sedangkan untuk orang yang berhaji tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arofah. Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, beliau pun meminumnya.”[HR. Tirmidzi no. 750. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa beliau ditanya mengenai puasa hari Arofah di Arofah. Beliau mengatakan, “Aku pernah berhaji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak menunaikan puasa pada hari Arofah. Aku pun pernah berhaji bersama Abu Bakr, beliau pun tidak berpuasa ketika itu. Begitu pula dengan ‘Utsman, beliau tidak berpuasa ketika itu. Aku pun tidak mengerjakan puasa Arofah ketika itu. Aku pun tidak memerintahkan orang lain untuk melakukannya. Aku pun tidak melarang jika ada yang melakukannya.”[HR. Tirmidzi no. 751. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih].
Dari sini, yang lebih utama bagi orang yang sedang berhaji adalah tidak berpuasa ketika hari Arofah di Arofah dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Khulafa’ur Rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman), juga agar lebih menguatkan diri dalam berdo’a dan berdzikir ketika wukuf di Arofah. Inilah pendapat mayoritas ulama.[ Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 2/137, Al Maktabah At Taufiqiyah]
Untuk hadist puasa tanggal 8 dzulhijjah, puasa ini bukanlah puasa sunah karena Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih.[Lihat Al Mawdhu’at, 2/565, dinukil dari http://dorar.net] Asy Syaukani mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih dan dalam riwayatnya ada perowi yang pendusta.[Lihat Al Fawa-id Al Majmu’ah, hal. 96, dinukil dari http://dorar.net]. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if (lemah).[Lihat Irwa’ul Gholil no. 956]. Oleh karena itu, tidak perlu berniat khusus untuk berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah karena hadisnya dha’if (lemah). Namun jika berpuasa karena mengamalkan keumuman hadits shahih yang menjelaskan keutamaan berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, maka itu diperbolehkan. Wallahu a’lam.
Sedangkan bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk menunaikan puasa Arofah. Sedangkan yang berhaji tdak di sunahkan menjalankan puasa Arofah. Puasa arofah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijah bukan tanggal 8 Dzulhijah. Hal ini berdasarkan hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” [ HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah].
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Arofah lebih utama daripada puasa ‘Asyuro. Di antara alasannya, Puasa Asyuro berasal dari Nabi Musa, sedangkan puasa Arofah berasal dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.[ Lihat Fathul Bari, 6/286]. Keutamaan puasa Arofah adalah akan menghapuskan dosa selama dua tahun dan dosa yang dimaksudkan di sini adalah dosa-dosa kecil. Atau bisa pula yang dimaksudkan di sini adalah diringankannya dosa besar atau ditinggikannya derajat.[Lihat Syarh Muslim, An Nawawi, 4/179, Mawqi’ Al Islam].
Sedangkan untuk orang yang berhaji tidak dianjurkan melaksanakan puasa Arofah. Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, beliau pun meminumnya.”[HR. Tirmidzi no. 750. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa beliau ditanya mengenai puasa hari Arofah di Arofah. Beliau mengatakan, “Aku pernah berhaji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak menunaikan puasa pada hari Arofah. Aku pun pernah berhaji bersama Abu Bakr, beliau pun tidak berpuasa ketika itu. Begitu pula dengan ‘Utsman, beliau tidak berpuasa ketika itu. Aku pun tidak mengerjakan puasa Arofah ketika itu. Aku pun tidak memerintahkan orang lain untuk melakukannya. Aku pun tidak melarang jika ada yang melakukannya.”[HR. Tirmidzi no. 751. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih].
Dari sini, yang lebih utama bagi orang yang sedang berhaji adalah tidak berpuasa ketika hari Arofah di Arofah dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Khulafa’ur Rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman), juga agar lebih menguatkan diri dalam berdo’a dan berdzikir ketika wukuf di Arofah. Inilah pendapat mayoritas ulama.[ Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 2/137, Al Maktabah At Taufiqiyah]
Untuk hadist puasa tanggal 8 dzulhijjah, puasa ini bukanlah puasa sunah karena Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih.[Lihat Al Mawdhu’at, 2/565, dinukil dari http://dorar.net] Asy Syaukani mengatakan bahwa hadits ini tidak shahih dan dalam riwayatnya ada perowi yang pendusta.[Lihat Al Fawa-id Al Majmu’ah, hal. 96, dinukil dari http://dorar.net]. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if (lemah).[Lihat Irwa’ul Gholil no. 956]. Oleh karena itu, tidak perlu berniat khusus untuk berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah karena hadisnya dha’if (lemah). Namun jika berpuasa karena mengamalkan keumuman hadits shahih yang menjelaskan keutamaan berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, maka itu diperbolehkan. Wallahu a’lam.
Jumat, 21 Oktober 2011
Pengertian Qurban menurut syariat Islam
Qurban merupakan salah satu amal ibadah yang di sunahkan menurut syariat Islam. Namun apakah yang dimaksud dengan qurban. Qurban ditinjau dari pengertian bahasa, qurban berasal dari kata Qorroba. Qorrobah, kata yang memiliki arti pendekatan. Pendekatan yang dilakukan seorang hamba kepada sang Rabb nya yakni Allah.
Qurban setiap tahun selalu dilaksanakan setiap muslim yang mampu. Jadi jika anda mampu dalam hal kepemilikan harta maka ada anjuran untuk berqurban. Makna penertian Qurban menurut syariat islam ialah menyembelih unta atau sapi atau kambing pada hari raya I'dul Adha dan hari tasyriq dalam rangka pendekatan diri kepada Allah. Cara pendekatan diri terbaik bagi seorang hampa pada Allah adalah dengan berkurban. Kita tidak perlu tawasul/wasilah karena tawasul dilakukan. Tawasul dilakukan karena manusia kurang percaya diri, diri manusia merasa jauh sehingga perlu perantara. Dengan melaksanakan qurban, kita dapat langsung mendekatkan diri pada Allah.
Kita sebagai umat islam juga perlu mengetahui beberapa pengurbanan yang dilakukan oleh orang-orang yang terdahulu terutama qurban yang dilakukan oleh para Nabi Allah dengan sumber Al-quran sebagai pedoman manusia. Dengan rujukan Al-quran, qurban yang kita lakukan benar menurut Allah. Qurban yang pertama dilakukan manusia adalah qurban yang dilakukan oleh Qobil dan Habil. mereka adalah putra dari Nabi Adam as. Sebagai mana yang diabadikan Allah dalam Al-quran surat Al- Maidah ayat 27, yang artinya: "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa ".
Qurban yang dilaksanakan oleh umat Islam mulai zaman dahulu hingga hari kiamat merupakan tuntunan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. Qurban yang diabadiakan Allah dan disyariatkan untuk diikuti oleh umat Nabi Muhammad saw adalah qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya. Surat 37 ayat 102-108. Ayat 102 yang artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Ayat 103, yang artinya: "Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya)." Ayat 104, yang artinya: Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, Ayat 105, yang artinya: sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Ayat 106, yang artinya: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Ayat 107, yang artinya: Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Ayat 108, yang artinya: Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Qurban setiap tahun selalu dilaksanakan setiap muslim yang mampu. Jadi jika anda mampu dalam hal kepemilikan harta maka ada anjuran untuk berqurban. Makna penertian Qurban menurut syariat islam ialah menyembelih unta atau sapi atau kambing pada hari raya I'dul Adha dan hari tasyriq dalam rangka pendekatan diri kepada Allah. Cara pendekatan diri terbaik bagi seorang hampa pada Allah adalah dengan berkurban. Kita tidak perlu tawasul/wasilah karena tawasul dilakukan. Tawasul dilakukan karena manusia kurang percaya diri, diri manusia merasa jauh sehingga perlu perantara. Dengan melaksanakan qurban, kita dapat langsung mendekatkan diri pada Allah.
Kita sebagai umat islam juga perlu mengetahui beberapa pengurbanan yang dilakukan oleh orang-orang yang terdahulu terutama qurban yang dilakukan oleh para Nabi Allah dengan sumber Al-quran sebagai pedoman manusia. Dengan rujukan Al-quran, qurban yang kita lakukan benar menurut Allah. Qurban yang pertama dilakukan manusia adalah qurban yang dilakukan oleh Qobil dan Habil. mereka adalah putra dari Nabi Adam as. Sebagai mana yang diabadikan Allah dalam Al-quran surat Al- Maidah ayat 27, yang artinya: "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa ".
Qurban yang dilaksanakan oleh umat Islam mulai zaman dahulu hingga hari kiamat merupakan tuntunan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. Qurban yang diabadiakan Allah dan disyariatkan untuk diikuti oleh umat Nabi Muhammad saw adalah qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya. Surat 37 ayat 102-108. Ayat 102 yang artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Ayat 103, yang artinya: "Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya)." Ayat 104, yang artinya: Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, Ayat 105, yang artinya: sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Ayat 106, yang artinya: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Ayat 107, yang artinya: Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Ayat 108, yang artinya: Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Kamis, 04 Agustus 2011
Keistimewaan Bulan Ramadhan
Alhamdulillah, kita sudah memasuki bulan ramadhan. Peluang untuk mencapai takwa tak boleh kita abaikan sebagai mana di bulan puasa tahun yang lalu. Puasa tahun lalu mungkin kurang baik pelaksanannya. Mari kita perbaiki amal ibadah puasa dan amal ibadah yang lain di tahun ini.
Kita harus mencontoh rasulullah, menyambut ramadhan dengan senang hati. Bergembiralah saat menyambut ramadhan. Sungguh tak ada kabar gembira yang paling ditunggu kecuali tibanya ramadhan, bulan penuh berkah dari Allah. Bahkan berbagai persiapan menyambutnya sudah harus kita lakukan seperti dengan memperbanyak puasa sunah di bulan Sya'ban.
Ramadhan adalah bulan istimewa. Simak saja kabar penting dari Rasulullah berdasarkan Hadist riwayat Ibnu Khuzaimah, Nabi Muhammad pernah berkutbah pada akhir sya'ban tentang keistimewaan Ibadah puasa Ramadhan, "Wahai manusia, bulan yang mulia dan penuh berkah datang menaungi kalian.Suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah telah menetapkan kewajiban puasa dan kesunahan qiyamul lail di dalamnya. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan kebaikannya di dalamnya, maka dia bagaikan melakukan kewajiban di bulan lain. Barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka ia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran dan pahala kesabaran adalah surga. Ia adalah bulan kedermawanan dan bulan bertambahnya rezeki bagi orang mukmin. Barang siapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa di bulan ini, maka itu berarti pengampunan terhadap dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari neraka serta mendapat pahala yang serupa dengan orang yang berpuasa tanpa berkurang sedikitpun."
Kemudian para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak semua diantara kami memiliki makanan berbuka untuk orang lain". Rasulullah menjawab, "Allah memberikan pahala ini kepada siapapun yang memberi buka (puasa) dengan sebiji kurma, seteguk air atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Barang siapa yang memberikan beban yang lebih ringan kepada pembantunya pada bulan ini, maka allah memberikan pengampunan dan pembebasannya dari api neraka".
"Dalam bulan ini perbanyaklah empat perkara: dua perkara yang kamu lakukan akan dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu dan du aperkara berikutnya adalah kebutuhanmu sendiri. Dua perkara pertama adalah syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan permohonan ampunan kepad aAllah. Sedangkan dua perkara berikutnya adalah memohon surga dan berlindung dari neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum dari telaga surga-Ku yang tidak akan merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk surga".
Kita harus mencontoh rasulullah, menyambut ramadhan dengan senang hati. Bergembiralah saat menyambut ramadhan. Sungguh tak ada kabar gembira yang paling ditunggu kecuali tibanya ramadhan, bulan penuh berkah dari Allah. Bahkan berbagai persiapan menyambutnya sudah harus kita lakukan seperti dengan memperbanyak puasa sunah di bulan Sya'ban.
Ramadhan adalah bulan istimewa. Simak saja kabar penting dari Rasulullah berdasarkan Hadist riwayat Ibnu Khuzaimah, Nabi Muhammad pernah berkutbah pada akhir sya'ban tentang keistimewaan Ibadah puasa Ramadhan, "Wahai manusia, bulan yang mulia dan penuh berkah datang menaungi kalian.Suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah telah menetapkan kewajiban puasa dan kesunahan qiyamul lail di dalamnya. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan kebaikannya di dalamnya, maka dia bagaikan melakukan kewajiban di bulan lain. Barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka ia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran dan pahala kesabaran adalah surga. Ia adalah bulan kedermawanan dan bulan bertambahnya rezeki bagi orang mukmin. Barang siapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa di bulan ini, maka itu berarti pengampunan terhadap dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari neraka serta mendapat pahala yang serupa dengan orang yang berpuasa tanpa berkurang sedikitpun."
Kemudian para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak semua diantara kami memiliki makanan berbuka untuk orang lain". Rasulullah menjawab, "Allah memberikan pahala ini kepada siapapun yang memberi buka (puasa) dengan sebiji kurma, seteguk air atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Barang siapa yang memberikan beban yang lebih ringan kepada pembantunya pada bulan ini, maka allah memberikan pengampunan dan pembebasannya dari api neraka".
"Dalam bulan ini perbanyaklah empat perkara: dua perkara yang kamu lakukan akan dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu dan du aperkara berikutnya adalah kebutuhanmu sendiri. Dua perkara pertama adalah syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan permohonan ampunan kepad aAllah. Sedangkan dua perkara berikutnya adalah memohon surga dan berlindung dari neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum dari telaga surga-Ku yang tidak akan merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk surga".
Jumat, 29 Juli 2011
Rangkaian kegiatan amal ibadah di bulan ramadhan
Amal ibadah puasa umat islam di bulan ramadhan merupakan panggilan ibadah yang ditujukan kepada orang beriman. Seperti yang terkandung dalam Al-qur'an Surat Al-baqarah ayat 183, "Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". Dalil inilah sebagai dasar bahwa puasa di bulan ramadhan itu wajib bagi orang yang beriman. Jadi yang tidak beriman tidak terpanggil hatinya untuk melaksanakan puasa ramadhan.
Sebagai orang beriman kita perlu mengetahui rangkaian kegiatan amal ibadah yang di lakukan di bulan ramadhan. Hal ini perlu kita ketahui agar setelah ramadhan kita menjadi orang bertakwa. Rangkaian amal ibadah di bulan ramadhan antara lain, melaksanakan puasa dengan ketentuan syariat islam. Tidak makan dan tidak minum serta tidak melakukan hubungan badan dengan istri dengan batas waktu subuh sampai maghrib. Selain mengerjakan puasa diharuskan melaksanakan shalat 5 waktu dengan ketentuan tertib waktu. Memperbanyak shalat malam. Al-qur'an Surat 17 ayat 19, "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
Selain melaksanakan puasa dan shalat, rangkaian amal ibadah di bulan ramadhan antara lain, memperbanyak infak dan shodaqoh. Hadist Rasulullah, "Rasulullah SAW ditanya tentang shodaqoh yang palin utama, beliau menjawab, shodaqoh di bulan ramadhan.".
Amal ibadah yang lain adalah membaca Al-qur'an dan mengkaji makna Al-qur'an supaya kita tidak menjadi orang yang merugi.. Seperti yang terkandung dalam Al-qur'an Surat Al-Baqarah; ayat 121, "Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi". Semoga kita dimudahkan Allah untuk dapat melaksanakan rangkaian amal ibadah di bulan ramadhan. Dan diberi istiqomah untuk melaksanakan amal ibadah yang lain di luar bulan puasa.
Sebagai orang beriman kita perlu mengetahui rangkaian kegiatan amal ibadah yang di lakukan di bulan ramadhan. Hal ini perlu kita ketahui agar setelah ramadhan kita menjadi orang bertakwa. Rangkaian amal ibadah di bulan ramadhan antara lain, melaksanakan puasa dengan ketentuan syariat islam. Tidak makan dan tidak minum serta tidak melakukan hubungan badan dengan istri dengan batas waktu subuh sampai maghrib. Selain mengerjakan puasa diharuskan melaksanakan shalat 5 waktu dengan ketentuan tertib waktu. Memperbanyak shalat malam. Al-qur'an Surat 17 ayat 19, "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
Selain melaksanakan puasa dan shalat, rangkaian amal ibadah di bulan ramadhan antara lain, memperbanyak infak dan shodaqoh. Hadist Rasulullah, "Rasulullah SAW ditanya tentang shodaqoh yang palin utama, beliau menjawab, shodaqoh di bulan ramadhan.".
Amal ibadah yang lain adalah membaca Al-qur'an dan mengkaji makna Al-qur'an supaya kita tidak menjadi orang yang merugi.. Seperti yang terkandung dalam Al-qur'an Surat Al-Baqarah; ayat 121, "Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi". Semoga kita dimudahkan Allah untuk dapat melaksanakan rangkaian amal ibadah di bulan ramadhan. Dan diberi istiqomah untuk melaksanakan amal ibadah yang lain di luar bulan puasa.
Jumat, 15 Juli 2011
Peranan Agama Islam dalam masyarakat
Kalimat peranan agama Islam dalam masyarakat, terasa klise jika kita dengar. Namun perlu kita ketahui sebagai seorang muslim. Dalam islam tiap manusia merupakan malkhluk sosoal. Untuk memperbaiki masyarakat perlu diperbaiki dulu tiap individu tiap muslim. Tiap muslim perlu mengetahui dan memiliki pemahaman dan pengamalan pokok-pokok ajaran Islam.
Jika seseorang telah memahami dan mengamalkan pokok-pokok ajaran Islam, diantaranya Akidah, Syariat Islam dalam hal ibadah dan muamallah serta Akhlak. Dalam diri tiap muslim akan terbentuk kepribadian muslim yang ideal. Hal ini karena apabila seseorang meyakini akidah Islam yang benar, maka iaakn mempunyai kepercayaan yang bersih dari khurafat (mitos, legenda yang irasional), bersih dari syirik, dan bid'ah dalam segala bentuknya, memiliki pendirian dan keyakinan yang kokoh, kuat sehingga ia tidak mudah terombang ambing sekalipun ia menghadapi musibha, bujukan/ rayuan dan tak akan mudah tertarik kepada pemahaman, ideologi dan agama lain.
Ia tak pula gegabah dalam perbuatannya sebab setiap perbuatan, ia merasa wajib bertanggung jawab kepada Allah. Apabila seseorang telah menjalankan syariat Islam dengan sepenuh hati maka jiwanya akan menjadi bersih dari sifat yang tercela dan harta bendanya juga bersih dari barang yan haram dan syubhat (barang yang masih ragu halal haramnya). Ia akan bersikap jujur dalam kegiatan bisnis dan perdagangannya.
Apabila seseorang telah memahami dan mengamalkan akhlak Islam iakan menjadi orang yang berbudi luhur, bersopan santun terhadap manusia yang lain dan terhadap mahkluk hidup yang lain. Ia berjiwa sosial peka terhadap nilai kemanusiaan, keadilan dan kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat.
Jelaslah bahwa ajaran Isalam itu tidak hanya menagtur hubungan manusia dengan Allah. Islam is not a more colection of dogmas and rituals, but is a complete civiliation (Islam bukan hanya kumpulan kepercayaan dan ibadah tetapi Islam itu adalah sebuah peradaban yang lengkap) Sumber: Muhammadism oleh Prof. Gibb. Islam memiliki konsep jalan hidup yang lengkap untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Jika seseorang telah memahami dan mengamalkan pokok-pokok ajaran Islam, diantaranya Akidah, Syariat Islam dalam hal ibadah dan muamallah serta Akhlak. Dalam diri tiap muslim akan terbentuk kepribadian muslim yang ideal. Hal ini karena apabila seseorang meyakini akidah Islam yang benar, maka iaakn mempunyai kepercayaan yang bersih dari khurafat (mitos, legenda yang irasional), bersih dari syirik, dan bid'ah dalam segala bentuknya, memiliki pendirian dan keyakinan yang kokoh, kuat sehingga ia tidak mudah terombang ambing sekalipun ia menghadapi musibha, bujukan/ rayuan dan tak akan mudah tertarik kepada pemahaman, ideologi dan agama lain.
Ia tak pula gegabah dalam perbuatannya sebab setiap perbuatan, ia merasa wajib bertanggung jawab kepada Allah. Apabila seseorang telah menjalankan syariat Islam dengan sepenuh hati maka jiwanya akan menjadi bersih dari sifat yang tercela dan harta bendanya juga bersih dari barang yan haram dan syubhat (barang yang masih ragu halal haramnya). Ia akan bersikap jujur dalam kegiatan bisnis dan perdagangannya.
Apabila seseorang telah memahami dan mengamalkan akhlak Islam iakan menjadi orang yang berbudi luhur, bersopan santun terhadap manusia yang lain dan terhadap mahkluk hidup yang lain. Ia berjiwa sosial peka terhadap nilai kemanusiaan, keadilan dan kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat.
Jelaslah bahwa ajaran Isalam itu tidak hanya menagtur hubungan manusia dengan Allah. Islam is not a more colection of dogmas and rituals, but is a complete civiliation (Islam bukan hanya kumpulan kepercayaan dan ibadah tetapi Islam itu adalah sebuah peradaban yang lengkap) Sumber: Muhammadism oleh Prof. Gibb. Islam memiliki konsep jalan hidup yang lengkap untuk menjadi pedoman hidup bagi manusia guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Selasa, 12 Juli 2011
Pokok-pokok ajaran Islam
Islam merupakan ajaran agama yang sempurna. Islam terdiri dari tiga unsur pokok. Unsur pokok islam yang pertama adalah Akidah. Akidah adalah keyakinan yang dirumuskan dalam syahadat. Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.. Syahadat ini juga diperkuat oleh enam rukun iman. Akidah inilah unsur pembeda Agama Islam dengan Agama lain.
Unsur pokok Islam yang ke-dua adalah syari'ah atau biasa yang disebut dengan Hukum Isalam. hukum Islam terbentuk dari Ibadah dan Muamalah. Syari'ah ibadah adalah ketentuan hukum agama yan gmengatur hubungan manusia dengan Allah sebagai Khaliq-nya dan ibadah ini dirumuskan dalam lima Rukun Islam. Sedangakan Syari'ah Muamalah adalah norma hukum agama yang mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain serta manusia dengan lingkungan hidupnya atau alam sekitarnya.
Unsur pokok Islam yang ke-tiga adalah norma susila atau norma span santun. Bagaimanakah tidakan, sikap dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan antara akidah dan syariah adalah akidah sebagai landasan pokok agama sedangkan syariah sebagai realisasi dan konsekuensi pengakuan dan penerimaan manusia atas akidah Islam itu. Karena jika seseorang hanya beriman saja tanpa adanya pengamalan syariah maka ia disebut mukmin fasik atau ashi (orang beriman tapi durhaka). Sebaliknya jika seseorang dapat menjalankan syariat Islam tetapi tidak berlandaskan ajaran akidah Isalm yang murni maka dia disebut munafik.
Hubungan akhlak dengan akidah dan syariat bahwa akidah dan syariat tidak dilengkapi dengan akhlak adalah seperti pohon yang tidak berbuah dan tidak menaungi. Sedangkan akhlak yang baik tanpa disertai akidah dan syariah adalah seperti naungan yang menaungi orang yang tidak menetap.
Misi Nabi Muhammad tidak hanya mengajak manusia untuk beriman, beribadah dan bermuamalah yang baik sesuai dengn tuntunan Al-quran dan sunah Rasul. Melainkan Raulullah juga mengajak manusia untuk beakhlak yang baik sesuai dengan Hadist Rasullullah. Nabi Muhammad bersabda, "Sesungghnya aku diutus oleh Allah untuk memperbaiki / menyempurnakan akhlak yang mulia".
Unsur pokok Islam yang ke-dua adalah syari'ah atau biasa yang disebut dengan Hukum Isalam. hukum Islam terbentuk dari Ibadah dan Muamalah. Syari'ah ibadah adalah ketentuan hukum agama yan gmengatur hubungan manusia dengan Allah sebagai Khaliq-nya dan ibadah ini dirumuskan dalam lima Rukun Islam. Sedangakan Syari'ah Muamalah adalah norma hukum agama yang mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain serta manusia dengan lingkungan hidupnya atau alam sekitarnya.
Unsur pokok Islam yang ke-tiga adalah norma susila atau norma span santun. Bagaimanakah tidakan, sikap dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan antara akidah dan syariah adalah akidah sebagai landasan pokok agama sedangkan syariah sebagai realisasi dan konsekuensi pengakuan dan penerimaan manusia atas akidah Islam itu. Karena jika seseorang hanya beriman saja tanpa adanya pengamalan syariah maka ia disebut mukmin fasik atau ashi (orang beriman tapi durhaka). Sebaliknya jika seseorang dapat menjalankan syariat Islam tetapi tidak berlandaskan ajaran akidah Isalm yang murni maka dia disebut munafik.
Hubungan akhlak dengan akidah dan syariat bahwa akidah dan syariat tidak dilengkapi dengan akhlak adalah seperti pohon yang tidak berbuah dan tidak menaungi. Sedangkan akhlak yang baik tanpa disertai akidah dan syariah adalah seperti naungan yang menaungi orang yang tidak menetap.
Misi Nabi Muhammad tidak hanya mengajak manusia untuk beriman, beribadah dan bermuamalah yang baik sesuai dengn tuntunan Al-quran dan sunah Rasul. Melainkan Raulullah juga mengajak manusia untuk beakhlak yang baik sesuai dengan Hadist Rasullullah. Nabi Muhammad bersabda, "Sesungghnya aku diutus oleh Allah untuk memperbaiki / menyempurnakan akhlak yang mulia".
Jumat, 08 Juli 2011
Tetap semangat dalam kegagalan dan himpitan hidup
Kegagalan dan himpitan hidup yang menimpa tiap individu manusia tak hayal seperti terpaan hujan badai serta panas yang menyengat yang dapat merapuhkan semangat, asa dan harapan manusia. Padahal kita semua memerlukan tali asa dengan semangat yang kuat untuk menarik diri agar tetap berdiri tegak berjalan dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini.
Namun kegagalan demi kegagalan dan kesulitan yang menghimpit hidup telah menjadikan tali asa terancam pupus dan putus. Padahal jika semangat pupus-putus, jiwa raga akan berhenti bergerak hingga akhirnya jatuh terpurukdan terhempas. Sebagai muslim hendaknya tetap semangat dalam kegagalan dan himpitan hidup
Jika tiap muslim mengalami hal ini, cobalah berhenti sejenak untuk cooling down. Yang telah terjadi biarlah berlalu, tatap kedepan dengan semangat dengan menata hati untuk memperbaiki diri. Kita memerlukan management tombo ati (management obat hati) dengan cara tawakal kepada Allah. Hidup dan mati kita serahkan hanya pada Allah. Manusia hanya berdo'a dan berusaha. Ingatlah berdo'a lah dulu sebelum berusaha. Untuk hasil yang kita dapatkan itu bukanlah hal penting, hasil akhir adalah hal terbaik yang diberikan Allah untuk kita.
Karenanya sebagai muslim pantang untuk menyerah apalagi putus asa dan bahkan pada saat seluruh penjuru dunia tak menyisahkan celah untuk kita berusha dan berharap. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Dalam suatu hadist rasul, Nabi Muhammad bersabda, "Janganlah salah satu dari amu meminta mati karena kesulitan hidup yang menimpanya". Sebagai muslim harus selalu tetap semangat dalam kegagalan dan himpitan kehidupan. Jika perlu ucapkanlah doa sebagai berikut, doa yang pernah diajarkan rasulullah dalam suatu hadist sahih. Nabi Muhammad bersabda, "Ya Allah panjangkanlah umurku kalau memang hidup adalah lebih baik bagiku dan matikanlah aku manakala memang kematian lebih baik bagiku"
(HR Bukhari-Muslim).
Namun kegagalan demi kegagalan dan kesulitan yang menghimpit hidup telah menjadikan tali asa terancam pupus dan putus. Padahal jika semangat pupus-putus, jiwa raga akan berhenti bergerak hingga akhirnya jatuh terpurukdan terhempas. Sebagai muslim hendaknya tetap semangat dalam kegagalan dan himpitan hidup
Jika tiap muslim mengalami hal ini, cobalah berhenti sejenak untuk cooling down. Yang telah terjadi biarlah berlalu, tatap kedepan dengan semangat dengan menata hati untuk memperbaiki diri. Kita memerlukan management tombo ati (management obat hati) dengan cara tawakal kepada Allah. Hidup dan mati kita serahkan hanya pada Allah. Manusia hanya berdo'a dan berusaha. Ingatlah berdo'a lah dulu sebelum berusaha. Untuk hasil yang kita dapatkan itu bukanlah hal penting, hasil akhir adalah hal terbaik yang diberikan Allah untuk kita.
Karenanya sebagai muslim pantang untuk menyerah apalagi putus asa dan bahkan pada saat seluruh penjuru dunia tak menyisahkan celah untuk kita berusha dan berharap. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Dalam suatu hadist rasul, Nabi Muhammad bersabda, "Janganlah salah satu dari amu meminta mati karena kesulitan hidup yang menimpanya". Sebagai muslim harus selalu tetap semangat dalam kegagalan dan himpitan kehidupan. Jika perlu ucapkanlah doa sebagai berikut, doa yang pernah diajarkan rasulullah dalam suatu hadist sahih. Nabi Muhammad bersabda, "Ya Allah panjangkanlah umurku kalau memang hidup adalah lebih baik bagiku dan matikanlah aku manakala memang kematian lebih baik bagiku"
(HR Bukhari-Muslim).
Sabtu, 02 Juli 2011
Tiap manusia memiliki tauhid yang murni
Manusia menurut fitrahnya adalah mahlkuk religius dan monoteis. Artinya makhluk yang beragama dan percaya adanya Tuhan yang mencitakan alam semesta ini termasuk yang mencitakan manusia serta percaya akan keesaanya secara murni (tauhid khalis). Tauhid khalis adalah tauhid yang murni.
Artinya orang percaya bahwa tuhan itu tunggal bukan dua atau lebih sebagaimana yang tersebut dalam Surat Al-Ikhlas. Hanya Allah saja yang memiliki sifat-sifat yang serba sempurna sedangakn selain Allah tidak ada yang sempurna. Allah sendiri yang menciptakan alam semesta ini tanpa sekutu dan tanpa pembantu.
Bukti bahwa manusia menurut fitranya adalah makhluk religius. Firman Allah dalam Al-Quran surat Al-A'raf ayat 172 yang artinya: "Apakah Aku Tuhannu? Jawab mereka: Ya". Ayat ini menunjukkan bahwa manusia di alam arwah sebelum roh-roh manusia landing di bumi, masuk ke dalam jasadnya. Pada saat manusia masih di fase embrio di dalam kandungan ibunya. Allah bertanya kepada semua ruh manusia. Apakah mereka mengakui ke tuhanan Allah? Semua ruh manusia dengan jelas mengakui bahwa hanya Allah sebagai rab atau tuhan manusia.
Dalam suatu Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Ya'la, al-Tharani dan al-Baihaqi dasi Aswad bin Sari. Rasullullah bersabda, "Semua anak dilahirkan atas pembawaan beragama tauhid suci dan bersih sehingga jelas bicaranya. Maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anaknya menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi". Hadist ini jelas menunjukkan bahwa semua anak lahir dengan pembawaan beragama Islam dan dalam keadaan bersih suci dari segala dosa dan noda sekalipun anak itu terlahir di luar pernikahan yang sah.
Secara psikologis, di dalam lubuk hati manusia sudah ada dasar tauhid yang murni, percaya pada eksistensi Tuhan yang Maha Kuasa, Pelindung dan sifat-sifat Tuhan yang lain yang serba sempura. Hal ini terbukti pada saat manusia dalam keadaan bahaya yang mengancam jiwanya, ia akan spontan untuk memohon dan memanggil Allah untuk menyelamatkannya. Seperti yang tersebut dalam Al-quran surat yunus ayat 12 dan 22. Dalam dua ayat ini manusia selalu berdo'a dan meminta pertolongan pada Allah ketika ditimpa musibah namun ketika dihilangkan bahaya itu, manusia kembali kejalan yang sesat.
Artinya orang percaya bahwa tuhan itu tunggal bukan dua atau lebih sebagaimana yang tersebut dalam Surat Al-Ikhlas. Hanya Allah saja yang memiliki sifat-sifat yang serba sempurna sedangakn selain Allah tidak ada yang sempurna. Allah sendiri yang menciptakan alam semesta ini tanpa sekutu dan tanpa pembantu.
Bukti bahwa manusia menurut fitranya adalah makhluk religius. Firman Allah dalam Al-Quran surat Al-A'raf ayat 172 yang artinya: "Apakah Aku Tuhannu? Jawab mereka: Ya". Ayat ini menunjukkan bahwa manusia di alam arwah sebelum roh-roh manusia landing di bumi, masuk ke dalam jasadnya. Pada saat manusia masih di fase embrio di dalam kandungan ibunya. Allah bertanya kepada semua ruh manusia. Apakah mereka mengakui ke tuhanan Allah? Semua ruh manusia dengan jelas mengakui bahwa hanya Allah sebagai rab atau tuhan manusia.
Dalam suatu Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Ya'la, al-Tharani dan al-Baihaqi dasi Aswad bin Sari. Rasullullah bersabda, "Semua anak dilahirkan atas pembawaan beragama tauhid suci dan bersih sehingga jelas bicaranya. Maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anaknya menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi". Hadist ini jelas menunjukkan bahwa semua anak lahir dengan pembawaan beragama Islam dan dalam keadaan bersih suci dari segala dosa dan noda sekalipun anak itu terlahir di luar pernikahan yang sah.
Secara psikologis, di dalam lubuk hati manusia sudah ada dasar tauhid yang murni, percaya pada eksistensi Tuhan yang Maha Kuasa, Pelindung dan sifat-sifat Tuhan yang lain yang serba sempura. Hal ini terbukti pada saat manusia dalam keadaan bahaya yang mengancam jiwanya, ia akan spontan untuk memohon dan memanggil Allah untuk menyelamatkannya. Seperti yang tersebut dalam Al-quran surat yunus ayat 12 dan 22. Dalam dua ayat ini manusia selalu berdo'a dan meminta pertolongan pada Allah ketika ditimpa musibah namun ketika dihilangkan bahaya itu, manusia kembali kejalan yang sesat.
Kamis, 30 Juni 2011
Pengertian aqiqah dan hukum pelaksanaan aqiqah
Ketika tiap muslim telah melahirkan anak disunahkan untuk melakukan "AQIQAH". Melaksanakan aqiqah bagi yang mampu, sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba pada tuhannya. Anak merupakan salah satu anugrah pemberian Allah yang besar. Sepasang manusia yang dititipi untuk membesarkan dan mengayomi anak sebagai penerus generasi orang tuanya. Seorang hamba yang dipilih untuk meneruskan generasi manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Untuk itu tiap anak yang lahir hendaklah orang tuanya melakukan aqiqah sebagai bentuk pengamalan sunah Rasul.
Pengertian Aqiqah, menurut bahasa Aqiqah berarti memutuskan / memotong, menurut khotabi; kambing yang disembelih untuk kepentingan anak yang baru dilahirkan. Dijelaskan lagi oleh Ibnu Faris bahwa aqiqah adalah kambing yang disembelih dan rambut bayi yang dicukur. Nabi Muhammad bersabda "Sembelilah Aqiqah atas nama si bayi dan cukurlah rambutnya. (Fat-hur Rabbany 13:122)
Secara syariat islam, pengertian aqiqah adalah menyembelih kambing untuk anak yang baru dilahirkan pada hari ke 7 atau kelipatan dari hari kelahirannya dan diikuti dengan mencukur rambut kemudian memberi nama yang baik. Sedangkan hukum fiqh untuk pelaksanaan aqiqah, menurut Imam Syafi'i, Imam Maliki, Imam Ahmad menyatakan bahwa aqiqah adalah hukumnya sunah yang dianjurkan. Pendapat ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. Rasulullah bersabda, "Bagi anak laki-laki disembelih dua ekor kambing yang mencukupi dan bagi anak perempuan satu ekor".
Pengertian Aqiqah, menurut bahasa Aqiqah berarti memutuskan / memotong, menurut khotabi; kambing yang disembelih untuk kepentingan anak yang baru dilahirkan. Dijelaskan lagi oleh Ibnu Faris bahwa aqiqah adalah kambing yang disembelih dan rambut bayi yang dicukur. Nabi Muhammad bersabda "Sembelilah Aqiqah atas nama si bayi dan cukurlah rambutnya. (Fat-hur Rabbany 13:122)
Secara syariat islam, pengertian aqiqah adalah menyembelih kambing untuk anak yang baru dilahirkan pada hari ke 7 atau kelipatan dari hari kelahirannya dan diikuti dengan mencukur rambut kemudian memberi nama yang baik. Sedangkan hukum fiqh untuk pelaksanaan aqiqah, menurut Imam Syafi'i, Imam Maliki, Imam Ahmad menyatakan bahwa aqiqah adalah hukumnya sunah yang dianjurkan. Pendapat ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. Rasulullah bersabda, "Bagi anak laki-laki disembelih dua ekor kambing yang mencukupi dan bagi anak perempuan satu ekor".
Minggu, 26 Juni 2011
Mengucapkan Hamdallah ketika manusia menerima nikmat Allah
Seringkali manusia enggan untuk mengucapkan kalimat Hamdallah "Alhamdulillah hirabbilalamin" ketika manusia menerima nikmat dari Allah. Kalimat pendek yang mengandung makna segala puji kepada Allah. Allah sebagai Rabb / Tuhan semesta alam. Ucapan pendek namun besar nilainya di sisi Allah. Kalimat inilah yang sering di ucapkan Rasullulllah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan oran-orang yang mengikuti sunah beliau.
Ucapan tahmid atau alhamdulillah memang merupakan bagian dari rasa syukur kita kepada Allah. Tapi, bacaan tahmid ini hanyalah salah satu bentuk syukur kita, yakni syukur melalui lisan. Sedangkan syukur tidak hanya cukup melalui lisan saja tapi juga harus diwujudkan dalam hati juga pada jiwa raga secara menyeluruh.
Nah, syukur secara total inilah yang telah dijanjikan Allah akan mendapatkan az-ziyadah atau tambahan. Selain itu syukur inilah yang akan meningkatkan derajat seseorang sampai kepada derajat istimewa yang hanya dapat dicapai oleh sebagian kecil seluruh hamba Allah. Dengan syukar inilah yang merupakan kunci untuk mengikat nikmat dan mendapatkan kemabali nikmat yang telah hilang dari diri kita.
Benar-benar suatu amal yang luar biasa besarnya. Ringan dikerjakan namun akan mendaptkan balasan yang besar dari Allah. Sebagai sesama muslim harus selalu mengingatkan terhadap hal kebaikan dan kesabaran. Untuk itulah saya mengingatkan diri sendiri agar selalu bersyukur akan nikat Allah selama ini. Semoga kita diberi keistiqomahan dalam mengucapkan kalimat Hamdallah.
Ucapan tahmid atau alhamdulillah memang merupakan bagian dari rasa syukur kita kepada Allah. Tapi, bacaan tahmid ini hanyalah salah satu bentuk syukur kita, yakni syukur melalui lisan. Sedangkan syukur tidak hanya cukup melalui lisan saja tapi juga harus diwujudkan dalam hati juga pada jiwa raga secara menyeluruh.
Nah, syukur secara total inilah yang telah dijanjikan Allah akan mendapatkan az-ziyadah atau tambahan. Selain itu syukur inilah yang akan meningkatkan derajat seseorang sampai kepada derajat istimewa yang hanya dapat dicapai oleh sebagian kecil seluruh hamba Allah. Dengan syukar inilah yang merupakan kunci untuk mengikat nikmat dan mendapatkan kemabali nikmat yang telah hilang dari diri kita.
Benar-benar suatu amal yang luar biasa besarnya. Ringan dikerjakan namun akan mendaptkan balasan yang besar dari Allah. Sebagai sesama muslim harus selalu mengingatkan terhadap hal kebaikan dan kesabaran. Untuk itulah saya mengingatkan diri sendiri agar selalu bersyukur akan nikat Allah selama ini. Semoga kita diberi keistiqomahan dalam mengucapkan kalimat Hamdallah.
Langganan:
Postingan (Atom)