Tampilkan postingan dengan label bulan sya'ban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulan sya'ban. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2012

Puasa Sunah di Bulan Sya'ban

Bulan sya'ban merupakan salah satu bulan Haram di tahun Hijriyah. Bulan Sya'ban memiliki beberapa keistimewaan. Bulan Sya'ban adalah bulan terdekat sebelum memasuki bulan Puasa Ramadhan. Ada beberapa amal ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Bulan sebelum Sya'ban adalah bulan Rajab, tidak ada contoh amal ibadah di bulan Rajab. Dan Bulan setelah Sya'ban adalah bulan Ramadhan.

Dari pada anda puasa Rajab yang tak ada tuntunannya lebih baik puasa sunah di bulan Sya'ban. Banyak orang mengamalkan Puasa Sunah yang mengkhususkan di Bulan Rajab. Puasa khusus di bulan Rajab tidak ada Hadist yang menguatkannya sehingga tidak perlu dilakukan. Banyak Hadist Shahih yang menjelaskan Puasa Sunah di Bulan Sya'ban. Sedangkan bagaimanakah cara melaksanakan Puasa bulan Sya'ban ? Puasa bulan Sya'ban dilakukan selama 15 hari, mulai dari tanggal 1 Sya'ban sampai dengan tanggal 15 Sya'ban. Sedangkan puasa di akhir Sya'ban kita dilarang melakukannya karena dikawatirkan sudah memasuki bulan Ramadhan.

Dalam memasuki Bulan Sya'ban ini, Rasulullah Saw menganjurkan untuk berpuasa pada bulan Sya'ban, sebagaimana diisyaratkan pada hadist-hadist berikut ini:
  • Hadist Dari Aisyah ra, "Tidak kelihatan oleh saya Rasulullah Saw melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidak satu bulanpun yg hari-harinya lebih banyak dipuasakan Nabi daripada bulan Sya'ban" (HR Bukhari dan Muslim)
Sahabat Usman bin Zaid bertanya, Wahai Rasulullah, kelihatannya tidak satu bulanpun yg lebih banyak engkau puasakan daripada bulan Sya'ban? Dan Nabi Saw bersabda ; "Bulan yg sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedangkan pada bulan itulah diangkat amalan-amalan kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka saya ingin amalan saya dibawa naik selagi saya dalam berpuasa". Jika Puasa pada hari Senin - Kamis merupakan "Laporan Mingguan", maka Pusa pada bulan Sya'ban ini bisa dikatakan "Laporan Tahunan" amalan perbuatan kita selama didunia. Sehingga kita berharap mendapat kemurahan dan ampunan Allah Swt atas segala dosa dan kelalaian kita kepada-NYA. Jangan sampai "Laporan" amalan baik-buruk kita selama setahun didominasi warna "Merah" .

Menurut Yahya bin Mu'adz, Manusia yg menghormati bulan Sya'ban dan mengisinya dengan amal kebajikan, maka akan mendapatkan Kemuliaan, kedudukan yg tinggi dan kebajikan yg berlipat nilainya disisi Allah, serta mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw. Selain itu mendapatkan sikap hidup yg lemah lembut.

Sebagian Ulama mengatakan bahwa Sya'aban merupakan bulan membersihakan hati, diharapkan pada bulan ini kita menghiasi hati ini dg amal kebajikan dan menjaganya dari perbuatan Maksiat yg dapat menggelapkan hati. Hal ini dapat dengan mudah dilanjuttkan pada bulan Ramadhan.

Sebagian Hukama (ahli hikmah) mengatakan bahwa bulan Sya'ban merupakan waktu untuk memperbaiki jiwa dari sifat-sifat tercela. Diharapkan bulan ini dimanfaatkan dg baik guna membersihkan jiwa dari kotoran dan kegelapan, berganti jiwa yg memancarkan kejernihan dan cahaya yg terang.Mengisi dg amal kebajikan adalah media yg pas, dan salah satunya yg dianjurkan adalah dg berpuasa sunnah, seperti jawaban Rasulullah ketika sahabat Usman bertanya (diatas).

Selasa, 26 Juli 2011

Persiapan menyambut bulan ramadhan di bulan sya'ban

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan di bulan sya'ban tahun ini. Kita sebagi muslim yang bertakwa perlu mempersiapkan fisik diri dan hati/qalbu. Persiapan fisik dengan menjaga kesehatan. Persiapan hati dengan cara memperbanyak ilmu fiqh mengenai puasa ramadhan dengan menambah ilmu. Sehingga kita dapat mengetahui beberapa rangkaian amal ibadah dalam rangkaian kegiatan amal ibadah di bulan ramadhan.

Dalam persiapan puasa perlu kita perbaiki diri sendiri dengan menata hati dan melatih melakukan amal ibadah yang sunah. Namun juga perlu di perhatikan, masih adakah tanggungan hutang puasa di tahun yang lalu yang belum dikerjakan.Terutama bagi wanita dan orang sakit di bulan ramadhan tahun yang lalu. Bagi pria yang sehat jasmani dan ruhani jangan sekali-kali mencoba untuk membatalkan puasa di bulan ramadhan karena tidak ada cara dispensasi untuk menggantinya alias dosa besar.

Amalan ibadah untuk menyambut bulan ramadhan dengan memperbanyak puasa sunah yang lain di luar bulan ramadhan.Terutama memperbanyak amal ibadah puasa sunah di bulan sya'ban. Puasa di bulan sya'ban tidak ada ketentuan hari dan tanggal. Kita dapat meningkatkan amalan puasa dengan puasa senin-kamis atau jika dirasa kurang dapat mengerjakan puasa daud yakni sehari puasa sehari tidak puasa.

Hadist rasulullah, "Dari Aisyah ra, dia berkata: Adalah rasulullah saw berpuasa sehingga kami berkata (beliu) tidak pernah tidak puasa, dan beliau tidak puasa sehingga kami berkata beliau tidak puasa dan tidaklah aku melihat beliau (rasulullah) sempurna puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan dan tidaklah aku melihat beliau puasa dalam bulan yang lebih banyak puasanya (sebagaimana) dalam bulan sya'ban" (Mutafaq alaih).

Dari hadist ini kita disunahkan memperbanyak amalan puasa sunah di bulan sya'ban. Dalam syariat islam, puasa sunah bukanlah di bulan rajab seperti yang dilakukan masyarakat. Puasa di bulan rajab tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad, hadist yang dipakai untuk puasa rajab adalah hadist doif. Marilah kita isi tiap hari dengan ibadah yang sesuai dengan Syariat Islam. Melakukan ibadah yang sesuai dengan tuntunan dari Allah SWT dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ayo perbanyak puasa sunah di bulan sya'ban
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...