Tampilkan postingan dengan label Penyakit Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Al-Qur'an Meningkatkan Daya Ingat & Ketenangan Hati

Banyak orang  yang tidak sempat membaca AlQur'an karena sibuk bekerja. Disaat istirahat dari pekerjaan, banyak orang yang mendengarkan musik untuk menenangkan Hati. Padahal dengan membaca Al-Qur-an dapat menenangkan hati manusia dan dapat meningkatkan daya ingat manusia. Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an.

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.

Al-Qur'an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (Q.S. 7: 204). (zilzaal/arrahmah.com)

Rabu, 02 Mei 2012

Manusia Bertakwa menurut Islam merujuk Al-Qur'an

Apakah para mubaligh sudah dapat disebut bertakwa menurut Islam. Apakah seorang Kiyai  juga dapat disebut orang yang bertakwa menurut Islam. Manusia Bertakwa menurut Islam dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadist seperti apakah. Apakah manusia biasa tanpa embel-embel haji atau kiyai dapat merebut derajat takwa menurut Islam.

Jika kita merujuk pada sumber Hukum Islam yang berasal dari Wahyu Allah di dalam Al-Qur'an. Kita dapat melihat ciri-ciri manusia bertakwa menurut Islam di dalam Surat Al-Imran ayat 133 sampai dengan ayat 144. Ciri-ciri orang bertakwa dalam Surat Al-Imran ayat 133: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

Ciri-ciri orang bertakwa adalah menafkahkan hartanya secara tepat, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 134: (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah ingat Allah & bertaubat, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 135: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Surat Al-Imran ayat 136: Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah selalu mengikuti tuntunan Rasulullah,  seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 137: Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Ciri-ciri orang bertakwa adalah mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkan dalam kehidupan, seperti yang terdapat Surat Al-Imran ayat 138: (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah tidak bersikap tegas & tidak lemah terhadap orang kafir, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 139: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah Tidak terlena dalam masa kejayaan, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 140: Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim,

Ciri-ciri orang bertakwa adalah berani  Jihad dengan dasar tegaknya kalimatul Lailahhaillah & Sabar, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 141: dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
Surat Al-Imran ayat 142: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah menharapkan Syahid, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 143: Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah tidak murtad & bersyukur terhadap nikmat iman, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 144: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Juga perhatikan beberapa hadist tentang keutamaan takwa. Hadist nabi tentang takwa, "Kemuliaan dunia adalah kekayaan dan kemuliaan akhirat adalah ketakwaan. Kamu, baik laki-laki maupun perempuan, kemuliaanmu adalah kekayaanmu, keutamaanmu adalah ketakwaanmu, kedudukanmu adalah akhlakmu dan (kebanggaan) keturunanmu adalah amal perbuatanmu". (HR. Ad-Dailami)

Jika kita merujuk pada sumber Hukum Islam yang berasal dari Hadist Nabi tentang takwa, "Bertakwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan". (HR. Ath-Thabrani). Manusia bertakwa menurut Islam ada didalam ayat-ayat Al-Qur'an diatas dan juga didukung oleh Hadist Nabi Muhammad.

Kamis, 19 Mei 2011

Sedekah sebagai solusi Islam dalam mensejahterakan masyarakat

Zaman materialistis seperti saat ini, cara pandang manusia terhadap hidup ini selalu di ukur dengan uang dan materi. Tiap manusia berlomba untuk mendapatkan dan mengumpulkannya dan bahkan ada yang menimbunya seperti yang dilakukan oleh para konglomerat di negeri ini. Ironi memang, disatu sisi ada masyarakat  yang kekurangan & tidak memiliki harta yang cukup untuk keperluannya sehari-hari namun di sisi lain ada beberapa orang menimbun harta yang katanya untuk anak dan keturunannya. Jalan hidup Islam memiliki solusi yang terbaik untuk manusia agar terjadi pemerataan kesejahteraan melalui sedekah, infak dan zakat.

Dengan sedekah manusia diajak untuk tidak pelit dan berbagi rasa terhadap orang yang kekurangan. Haidist dari Hakim Ibnu Hazm Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima); dan mulailah dari orang-orang yang banyak tanggungannya; dan sebaik-baik sedekah ialah yang diambil dari sisa kebutuhan sendiri, barangsiapa menjaga kehormatannya Allah akan menjaganya dan barangsiapa merasa cukup Allah akan mencukupkan kebutuhannya." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.

Banyak cara untuk sedekah kalau memang belum terbiasa untuk sedekah manusia akan enggan untuk mengeluarkan hartanya walaupun sedikit. Rasullullah Muhammad sebagai tauladan terbaik umat islam sering mencontohkan cara sedekah walaupun dengan hanya sebiji buah kurma. Kalau dalam hati manusia memiliki sifat pelit dan tamak, dia tak akan mau bersedekah dengan sebiji kurma. Banyak hadist mengenai keutamaan sedekah dan hadist contoh sedekah namun masih banyak masyarakat yang enggan mempraktekkan sedekah ini.

Dalam beberapa hadist yang menerangkan cara sedekah. Apapun juga dapat dijadikan sedekah, sedekah tak harus juga dengan sedekah uang tapi sedekah dapat berupa tenaga, berbagi ilmu, bahan makanan, makanan yang siap dimakan dan pakaian layak pakai. Bahkan ada sedekah yang termudah yang pernah dicontohkan rasullulah yakni sedekah berupa senyum yang tulus tanpa tendensi.

Jumlah manfaat sedekah sangatlah banyak. Salah satu manfaat sedekah adalah agar menghalangi kita dari api neraka. Apabila sedekah dilakukan dengan ikhlas maka dapat menghindarkan dari musibah dan bencana yang akan terjadi pada kita. Jangan ragu untuk melakukan sedekah, berilah yang terbaik untuk hal ini.

Hadist dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tujuh macam orang yang akan dilindungi Allah pada hari yang tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya.  Kemudian ia menyebutkan hadits dan didalamnya disebutkan - orang yang bersedekah dengan sedekah yang ia tutupi sehingga tangannya yang kiri tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya." Muttafaq Alaihi. Keutamaan sedekah agar menghilangkan penyakit hati manusia. hati manusia akan lebih lembut karena apa yang dilakukan merupakan wujud nyata perhatian keadaan orang dan untuk berbagi kesenangan dunia dengan orang lain. Ayo mari lakukan sedekah sejak ini.



Minggu, 04 April 2010

Penyakit Iri Hati

Saat ini, Kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat dapat memicu terciptanya iri hati pada tiap manusia. Dalam Islam, Iri hati merupakan salah satu penyakit hati yang dibenci dan dilarang allah. seperti halnya ayat yang terdapat di dalam al-qur'an berikut ini: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nisaa' ayat:32). Agar tidak tercipta kesenjangan ini kita disuruh Allah agar terus berusaha dengan maksimal dan diiringi dengan berdo'a hanya kepada Allah agar usaha kita mendapatkan karunianya.

Iri hati adalah salah satu penyakit yang bersemayam didalam hati tiap manusia. Untuk itu kita harus berupaya memperbaiki hati. Nabi Menyatakan: Kalau dia baik maka baik seluruhnya tapi kalau dia buruk maka buruk seluruhnya, itulah hati. Oleh karena itu ada 1 penyakit yang akan menghancurkan seluruh dari amal kita yakni iri hati. Rasullullah bersabda: "Sungguh iri hati akan menghabiskan seluruh perbuatan kebaikanmu bagaikan api yang membakar kayu bakar". Oleh karena itu berhati-hatilah dengan penyakit ini.

Iri hati selalu mengarahkan kepada seseorang agar melakukan tindakan yang buruk, misalnya: merasa dirinya paling hebat, ingin memiliki harta orang lain dan bahkan mengajak untuk membunuhnya. Rassullullah menceritakan kepada para sahabatnya tentang iri hati, Rasul menyatakan tiga manusia hidupnya akan celaka dunia akhirat yakni:  takabur, irihati, keserakahan

Takbur yang dilakukan Iblis laknatullah, Allah mengusirnya dari jannah karena sombongnya. Seperti yang tertera dalam Alqur'an surat Al-Baqarah ayat 34: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Iri hati yang dilakukan Qabil dan Habil yang merupakan anak nabi Adam As, yang satu mendapatkan nikmat dari allah dengan diterima kurbannya sedangkan yang satu kurbannya tidak diterima Allah. Mereka saling membunuh karena rasa iri hati. Seperti yang ada di Alquran Surat Al-Maidah ayat 26: "Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".

Keserakan yang dilakukan Adam as karena iri hati Iblis laknatullah sehingga menghasut Adam As. Allah turunkan ke turunkan ke bumi. Dipercepat turun kebumi karena memiliki keserakahan dalam hatinya. Adam dibujuk rayu oleh Iblis agar makan buah kuldi agar memiliki kerajaan yang tidak pernah berakhir ( hidup abadi) di surganya Allah. Al-Baqarah ayat 36: Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...