Selasa, 22 Mei 2012

Apakah ada Puasa Rajab

Puasa Rajab, apakah ada Puasa Rajab? Banyak informasi tentang puasa rajab yang menyebar di masyarakat Muslim Indonesia. Informasi puasa rajab melalui pesan BB dan SMS islam. Namun sebagai muslim kita harus mengetahui dasar hukum melaksanakan puasa rajab terutama untuk suatu ibadah fisik termasuk ibadah puasa rajab.

Jangan sampai melakukan ibadah sunah puasa rajab kita tertolak karena rasulullah tidak pernah melaksanakan puasa khusus di bulan rajab pada tanggal tertentu di bulan rajab. Bagi yang tidak mengetahui dasar hukumnya jangan melakukan suatu ibadah sunah puasa rajab. Jangan pernah tergiur dengan pahala yang besar dari puasa rajab karena ajakan dengan iming-iming pahala ini adalah ungkapan yang palsu yang tak jelas sumber hukumnya.

Inilah adalah beberapa pesan broadcast yang ada di BB &amp. Pesan puasa bulan rajab sudah menyebar tanpa dasar hukum islam yakni Al-Qur'an & Hadist Shahih. Berikut ini merupakan Broadcast yang menyebar di Masyarakat muslim. Tolong jangan sebar luaskan Broadcast via BB tentang keutamaan puasa Rajab:

  • Pesan dari seseorang: "Tgl. 22 mei kita masuk awal bulan rajab. "Barang siapa puasa 2 hari di awal rajab seakan ibadah 2 thn . Barang siapa mengingatkan org lain ttg ini seakan ibadah 80 thn."


Jangan melakukan puasa sunah dengan mengkhususkan di Bulan Rajab serta tanggalnya. Sebaiknya perlu kita pelajari Bagaimana puasa khusus di Bulan Rajab. Apakah ada tuntunan puasa rajab dari Rasullullah. Adakah dalil yang mendukungnya atau amalan tersebut hanyalah amalan yang tanpa dasar Al-Qur'an & Hadist Sahih..

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits yang menunjukkan keutamaan Puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 213). Ibnu Rajab menjelaskan pula, “Sebagian salaf berpuasa pada bulan haram seluruhnya (bukan hanya pada bulan Rajab saja, pen). Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Ibnu ‘Umar, Al Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Sabi’iy. Ats Tsauri berkata, “Bulan haram sangat kusuka berpuasa di dalamnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 214).

Penulis Fiqh Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata, “Adapun puasa Rajab, maka ia tidak memiliki keutamaan dari bulan haram yang lain. Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan khusus puasa Rajab. Jika pun ada, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung.” (Fiqh Sunnah, 1: 401).

Sebagaimana dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah (1: 401), Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan Rajab atau menjelaskan puasa tertentu di bulan tersebut. Begitu pula tidak ada dalil yang menganjurkan shalat malam secara khusus pada bulan Rajab. Artinya, tidak ada dalil shahih yang bisa jadi pendukung.”

Jika ingin berpuasa sunah di bulan Rajab karena sebelumnya memiliki kebiasaan puasa sunah dibulan lain selain rajab. Seperti punya kebiasaan puasa daud, puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh atau puasa tiga hari setiap bulannya. Boleh kita melaksanakan puasa sunah yang tidak mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa tertentu dan tidaklah masalah meneruskan kebiasaan baik seperti ini. Jangan melakukan puasa dengan mengkhususkan bulan rajab serta tanggalnya.

Setiap perbuatan ibadah sunah haruslah ada dasar dengan ilmu dengan sumber Al-Qur'an & Hadist Sahih. Begitu pula setiap broadcast di BB atau SMS mengajak pada kebaikan, dasarilah dengan ilmu yang jelas. Sumber: http://remajaislam.com/islam-dasar/amalan/198-adakah-tuntunan-puasa-khusus-di-bulan-rajab.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...